Monthly Archives: Mei 2011

Liburan @Bandung

Aseekkk….jalan2 ke Bandung….^_^, tepatnya perbatasan antara Bandung dengan Sumedang lebih tepatnya lagi adalah goes to Cicalengka Rancaekek Bandung….

Mumpung ada sodara yang tinggal di Bandung, saya dan keluarga saya memutuskan untuk jalan2 ke Bandung ketika long week and bulan April lalu. Yaps…sebenarnya males sih…liburan pas long week and coz jalanan pasti bakal macet dan pastinya susah dapet bus secara saya dan keluarga saya ke sananya menggunakan bus jurusan lebak bulus-garut atau lebak bulus-tasikmalaya, yah…pokoknya via tol cileunyilah. Soalnya saya pernah punya pengalaman ketika long week and tahun lalu pas arus balik dari Cicalengka sampe Pasar Rebo sekitar 3,5 jam saya berdiri sangking ga kebagian duduk di bus dan setiap bus yang lewat penuh2 semua.

Akhirnya saya dan keluarga saya liburan juga ke Bandung, ketika tiba di terminal lebak bulus, saya bengong… bus yang biasanya saya tumpangi itu selalu berjejer rapi, tiba2 kosong ga ada bus sama sekali sedangkan penumpangnya dah berjejer nungguin bus itu dateng. Alhasil saya dan adik saya berebut tempat duduk ketika bus yang ditunggu2 datang, sampe sendal saya putus bahkan ada orang yang hampir keserempet bus itu, butuh perjuangan sekali untuk mendapat sebuah tempat duduk, ck…ck…

Diskip dulu ya…cerita pas perjalanan pergi ke Bandungnya, kali ini saya mau narsis dulu neh…keren khan?? modelnya atau pemandangannya??

keren khan?? modelnya atau pemandangannya?? ^_^

Eits…ga cuma itu, masih ada yang ini juga….

kaki: devy, diana, dhiyaa

Bukan cuma saya yang mau eksis, adik2 saya juga mau eksis neh…Udah ah…narsisnya…

Di Bandung bukan hanya pemandangannya aja yang indah tapi banyak jajanan yang enak plus aneh, lain kali saya akan posting makanan dari Bandung. Biasanya selain jalan2 ke sawah saya juga suka ke bukit yang ada di deket rumah sodara saya di samping bukit itu ada danaunya, keren deh….kapan2 akan saya posting juga kok.

Perjalanan perginya ternyata ga sebanding dengan perjalanan pulangnya, Yap….karena tidak ingin mengulangi kejadian taun lalu yang saya berdiri selama 3,5 jam, akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk ikut bus menuju Garut dulu, jadi rutenya adalah Cicalengka-Garut-Cicalengka-Pasar Rebo. widih….jauh banget…saya berangkat pulang dari Cicalengka ba’da zuhur jam 12an lah tiba di terminal Garut jam 13.30 sampe dirumah jam 8 malem, sangat melelahkan sekaligus mengasikkan karena sudah bertemu dengan sodara plus maen ke sawah…

Iklan

Apalah artinya sebuah nama

Pernah denger ungkapan apalah artinya sebuah nama?

Apa arti sebuah nama menurut kamu?

Kalo saya sendiri arti nama itu adalah doa, doa yang diberikan Ayah, Ibu, Nenek, Kakek, Om, Tante, (panjang banget dong namanya?) atau keluarga kita pada anaknya yang baru lahir dan berharap anaknya bisa sesuai dengan arti dari namanya sendiri. Sang Ayah dan Ibu pasti menginginkan anaknya untuk menjadi anak yang soleh/solehah, pintar, sehat, pokoknya yang baik-baik deh, so pasti mereka punya tujuan tersendiri untuk memberikan sebuah nama kepada anaknya.

Nama saya sendiri adalah Diana Febilia menurut Ibu saya, Diana diambil dari gabungan Ayah dan Ibu saya, bisa juga diartikan sebagai dian yang bahasa arabnya artinya cahaya. Kalau Febilianya itu diambil dari nama bulan yakni bulan Februari karena saya lahir dibulan Februari (ya iyalah…masa bulan Agustus) tepatnya tanggal 14 Februari ulang tahun saya (info gag penting) ^_^

Yaps, itulah arti nama saya, bagaimanapun artinya saya bangga dengan nama itu. Terimakasih Bapak dan Mamah sudah memberikan nama itu ke saya.

Saya pernah denger loh ada seorang anak bernama dede krismon, karena dia lahir pas krisis moneter tahun 1998. Ada juga tente saya bernama Rita Astarita, kata Rita diambil dari kata menderita karena ketika tante saya lahir keluarga saya hidupnya sedang menderita. Beda lagi dengan orang jaman dulu, tetangga saya ada yang bernama Bona (saya manggilnya Cang Bona), menurut sumber yang terpercaya kata Bona diambil karena Cang BOna lahir di hari Rabu, sehingga diberi nama Bona (nyambung ga?). Adalagi tetangga saya namanya Saanih (saya manggilnya Ibu Saanih),Konon Ibu Saanih itu lahir di hari Selasa, sa…saanih deh jadinya.

Beda lagi dengan anak zaman sekarang, ada saudara saya namanya puanjang banget, kalo ga salah namanya Andi Firiyal Aluradinov Hana Mumtaz Daeng Ngugi, dipanggilnya Firiyal, sumpah panjang banget ya namanya…Bertolak belakang dengan Om saya (saya manggilnya Abang), Awalnya nama Abang saya adalah Edy to.. ga ada terusannya lagi, ketika mau daftar SD, ditanya sama kepala sekolahnya, berikut percakapannya:

Bapak Kepsek:   namanya siapa?

Abang saya    :   Edy

Bapak Kepsek:   nama panjangnya Edy, maksud Bapak  Edy doang???

Abang saya    :   iya Pak

Bapak Kepsek:   Bagaimana jika ditambahkan dengan Setiadi?

Setelah berbincang dengan keluarga dan keluarga pun menyetujui alhasil nama Abang saya menjadi Edy Setiadi.
Panjang, pendek, diambil dari nama hari…apapun itu semua nama pasti punya makna tersendiri, karena nama adalah doa, apapun nama yang diberikan oleh orang tua kita patut disyukuri.


Dimana Ayah

Pada suatu malam disebuah rumah yang berisikan keluarga kecil, terdiri dari ayah, ibu, dan sepasang anak kecil, anak pertama seorang wanita berumur 5 tahun dan anak kedua seorang laki-laki berumur 1 tahun. Ketika tengah malam tiba, saat keluarga kecil  itu tertidur lelep tiba-tiba anak laki-laki kecilnya jatuh dari atas tempat tidur, si ibu pun langsung bangun dan menggendong anaknya yang menangis karena kesakitan, lalu apa yang biasanya dilakukan sang ayah?

a. apakah si ayah akan membantu si ibu untuk menggendong anaknya atau

b. si ayah pura-pura tidur karena tidak mau membantu si ibu atau

c. si ayah marah-marah karena suara tangis dari si anak mengganggu tidurnya.

Dalam cerita ini si ayah bukanlah melakukan seperti pada point a, tetapi si ayah ini melakukan hal seperti point c, sangat disayangkan. Terlebih lagi si ayah bukan hanyamemarahi si ibu karena tidak becus menjaga anak tetapi si ayah malah pergi meninggalkan istri dan anaknya untuk pergi ke rumah ibunya dan melanjutkan tidurnya. Astagfirullah….kemana hati si ayah pergi??. Tinggallah si istri mengurusanaknya yang masih menangis. Memang benar menjaga, merawat, mendidik adalah tugas ibu, tapi ibu butuh bantuan dari ayah untuk semua itu…tapi dimana ayah berada saat ibu membutuhkan bantuannya?? Dimana ayah??

Ibu sudah seharian menjaga, memasak, mencuci, dan mengurus rumah serta merawat anak ketika ayah sedang bekerja, ibu tau ayah capek karena telah bekerja seharian di kantor. Tapi apakah ayah tak mau berbagi dengan ibu untuk merawat anak kita?? Ibu sebisa mungkin untuk tidak mengeluh di depan ayah saat ayah pulang kerja, malah tanpa disuruh pun ibu selalu membuatkan teh atau kopi, menyempatkan diri untuk mendengarkan keluhan ayah mengenai pekerjaan walaupun ibu sudah sangat mengantuk tapi ibu masih mau berbagi dengan ayah. Tapi dimana ayah saat ibu membutuhkan pertolongan ayah. Apakah seorang pria malu jika harus mengurus anak apalagi menceboki anaknya ketika anaknya pup, mengganti popok, menyuapinya, memandikannya, apakah ayah malu melakukan itu semua? apakah ayah malu karena ayah seorang pria tidak pantas melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan seorang wanita?


Wahai Tuhan kami! Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang memelihara dirinya (dari kejahatan) .” (Q.S. Al-Furqaan [25]:74)


SMS penuh makna

Ini adalah beberapa pesan singkat (ga singkat2 amat si) yang dikirim oleh temen kerja saya. Meneurut saya pesan singkatnya itu sangat dalem… maknanya, sehingga sms itu masih saya simpan di inbox hape saya bahkan ada yang saya catet #gapentingbanget. Yowislah, intinya saya mau nulis pesan2 yang udah dikirim oleh mba sri yang sudah menyejukkan hati saya khususnya…, terkadang smsnya mba sri itu cuco loh sama perasaan yang saya sedang jalanin, berikut pesan singkatnya.

  • Bercermin pada hatimu: Keikhlasan harus datang dari hati yang benar2 ikhlas, jika ikhlas hanya pengucapan dibibir maka yang mengucapkannya akan tersiksa dengan dengan ucapak ikhlasnya itu sendiri, kemudian mencari pembenaran menuruti kemauannya sendiri, dengan mengabaikan kebesaran Allah. Bersihkan hati dan ikhlas akan mengikuti tanpa harus diucapkan. Kalimat yang saya bolt ini makananya dalemmmmm banget, sampai2 saya jadikan header diblog saya, he…he….
  • Bercermin pada hatimu: Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tersenyum manis meski hati merasa pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, yang tetap tenang ditengah badai yang paling dahsyat, dan yang tetap mengandalkan Allah dalam setiap keadaan. Pesan ini membuat saya merasa sangat kecil dihadapan Allah.
  • Bercermin pada hatimu: Kerenkan hati dengan iman dihati, iringi hari dengan ibadah dan akhlak terpuji, hiasi pribadi dengan senyum setulus hati, maniskan diri dengan prestasi. Pesan ini membuat saya semakin termotivasi untuk maju terus merangkai masa depan.
  • Bercermin pada hatimu: Barangkali kita tidak bisa mengubah keadaan, tapi bukankah kita bisa mengubah sikap kita dalam menghadapinya?. Kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah sayap kita. Lalu serahkan hasilnya pada Allah semata. Semoga Allah selalu menjagamu dalam kebaikan dan ketaqwaan. Sms ini dikirim mba sri bulan Desember 2010 jam 21:31, pas banget dengan perasaan saya waktu itu, ketika saya sedang sedih karena saya ga diterima oleh perusahaan yang saya inginkan #curcol.
  • Bercermin pada hatimu: Bila kebahagiaan hinggap meski hanya sekejap, dekaplah sekuat tenaga dengan hati penuh cinta. Bila kebahagiaan terbang lagi berseling dengan kesakitan dan kepedihan terimalah dengan pasrah dan hati yang berbaik sangka pada Allah. Karena hidup bagaikan seuntai kalung, dimana suka dan duka akan datang silih berganti selama hayat masih kita jalani.  Kata yang saya bolt, sangat dalam sekali, dan membuat hidup saya jadi damai….
  • Bercermin pada hatimu: Hidup sebenarnya selalu memberikan banyak pilihan, tetapi trkadang kita tak pernah ingin memilih satu pun karena begitu buruknya pilihan-pilihan yang tersedia. Namun suka atau tidak, seburuk apapun pilihan yang ada, bila tak ada pilihan yang lain, mau tak mau kita harus menghadapinya dan menjalankan dengan baik. Bahkan lebih dari itu, kita harus mengubah yang buruk menjadilebih baik.
  • Bercermin pada hatimu: Janganlah gundah gulana jika duka datang menimpa. Janganlah diri terlupa jika suka datang menyapa. Tetaplah sujud saat menerima duka dengan hati yang sabar. Dan terimalah suka dengan hati yang syukur .
  • Bercermin pada hatimu: Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, biarlah mengalir begitu saja, seperti apa yang telah direncanakan-Nya. Kita hanya perlu berlatih melenturkan hatidan perasaan agar dapat mengikuti kemanapun hidup akan membawa kita. Berputarlah, menurun, berbelok, mendaki, meluncur, bahkan tak mungkin kita harus terjun bebas. Namun, selama kita ingat untuk menggunakan “tali pengaman keimanan” yang kita kaitkan hanya pada sumber kekuatan-Nya, niscaya kita bisa melalui semuanya dengan baik2 saja. Semoga harimu penuh barokah…. Sms yang satu ini tak kalah dalemnya bukan?

NB: saya pernah menyarankan pada mba sri untuk membuat blog agar tulisannya bisa terfailing dengan baik, tapi katanya  dia ga ada waktu…(em…sok sibuk deh emba). Klo saya YM an juga kita sering bales membales kata2 mutiara…sampai bingung saya mau membalas apa. Menurut kalian yang paling dalem yang mana???


eemm….wanginya….

Eeeeemmmmm….wanginya….serasa berada di J-CO, wangi roti…emmm….uenaknya….bikin ngeces-ngeces….tanya kenapa? Hari ini di lobi tempat kerjaan gw lagi opening toko roti…wow…asyik….(bakalan dapet taster roti neh…, he…he…), coz toko rotinya masih nyatu digedung kantor gw.

Yup, bener banget tebakan gw, para waiters toko roti itu sedang mempromosikan rotinya, gw en temen gw dah paling girang ama yang namanya nyobain makanan gratisan. Kita langsung menyerbu waiters toko roti itu…dan mencoba tester rotinya…, emmm….enak rotinya lembut, coklatnya berasa manis dan meleleh pas di dalam mulut (sambil menirukan gaya bicara pa bondan, he…he…), tapi…kurang banyak tuh testernya, he…he….dah gituh potongannya kecil-kecil banget…tester gitu loh….

Lumayan bisa makan roti gretongan, karena kurang puas dengan yang gretongan maka saya dan teman saya memutuskan untuk membeli roti tersebut. Di dalam toko roti, gw bingung mau pilih yang mana, coz semuanya keliatan enak buanget dan menggiurkan….laper mata neh jadinya. Setelah memilah milih, gw memutuskan untuk membeli roti isi coklat coffee, roti isi cokelat en roti isi tuna keju,  eeemmmm pasti yummmy buanjet….

eeemmmmm yummmy banjet

Liatkan roti-rotin yang sangat menggugah selero…., mangkanya main-main deh ke kantor gw (kaya ditempat laen ga ada toko roti aja, ampe mesti maen ke kantor gw), dijamin bakalan ngeces…nyium wangi roti yang lagi dibakar….. Pas baru masuk gedung kantor langsung, semriwing…..eemmmmmwangi……#norabanjetgw


gag pake emosi bisa ga???

Hari ini, saya mendapat pelajaran baru, ternyata tak selamanya orang pintar itu bijaksana. Buktinya hari ini saya bertemu dengan orang yang keliatannya memang pintar, gayanya juga necis, yah…tampang orang kelas atas deh…tapi…dia tidak bijaksana bisa dibilang arogan. Setelah saya ketahui ternyata dia adalah direktur keuangan salah satu perusahaan swasta.

Ceritanya begini….,

Ada sedikit masalah antara saya dengan kurir di perusahaan X karena kurir tersebut tidak lengkap untuk melampirkan dokumen, maka dokumen tersebut saya tolak, coz saya kan harus mengikuti prosedur yang berlaku di tempat kerja saya. Akhirnya kurir tersebut menelpon atasannya. Setelah itu, 2 orang atasannya datang menemui saya dan langsung marah2 kepada saya (mimpi ape ye gw semalem, diomelin orang, kasian deh u di….^_^).

Para atasannya itu menemui saya dan berkata yang kurang enak ke saya, yah…bisa dibilang gag sopanlah, yang pasti disertai dengan nada tinggi. dia malah manggil-manggil atasan saya, sampai akhirnya datanglah Pak. B (pak B ini baik sekali sama saya, dia membantu saya dalam menghadapi 2 orang dari PT. X) tapi sayangnya Pak B ini bukan atasan saya secara langsung.

Dan akhirnya saya menemui atasan saya yang sesungguhnya yakni Pa D, dengan Pa D saya mendapat jawaban yang kurang puas, dan saya harus menghadapi 2 orang dari PT. X yang masih emosi. Tiba-tiba Pa B datang dan meminta Pa D untuk menghadapi 2 orang yang emosi itu, kata Pa B (kasian klo dia yang harus hadepin), makasih ya Pa B dah ngebantuin saya.

Akhirnya saya ikut mendengarkan perbincangan antara atasan saya, 2 orang dari PT. X dan kurir PT. X. Dan ketika saya tau kalau 2 orang yang lagi emosi itu adalah direktur keuangan dan asistennya, saya langsung merasa gimana gituh…, awalnya memang saya memperlakukan semua orang itu sama, gag peduli itu seorang kurir ataupun seorang direktur keuangan ya kita harus memperlakukannya dengan baik, dan sopan. Tapi kok yang diperlakukan oleh direktur itu…tidak mencerminkan dia seorang direktur, mending si kurir yang walaupun dia hanya seorang bawahan, dia masih punya rasa kemanusiaan, yah…tidak  semena-menalah terhadap orang lain.

Menurut saya bukankah orang yang pendidikannya tinggi, yang jabatannya tinggi, itu seharusnya bijaksana ya…secara dia juga banyak pengalaman. Tapi kok…, Bukankah ada ppribahasa yang mengatakan, Hidup itu bagaikan ilmu padi, semakin tua semakin merunduk.

Yah….cukup diambil hikmahnya ajah lah, memang sudah ditakdirkan seperti ini, jalani saja di…dengan senyuman ^_^. Saya sih engga masalah sama orang tersebut, tapi saya gag suka ajah dia ngomong pake emosi, kan semuanya bisa diperbincangkan dengan baik-baik. Emosi kan tidak dapat memecahkan masalah, adanya juga malah nambah masalah.