Dimana Ayah

Pada suatu malam disebuah rumah yang berisikan keluarga kecil, terdiri dari ayah, ibu, dan sepasang anak kecil, anak pertama seorang wanita berumur 5 tahun dan anak kedua seorang laki-laki berumur 1 tahun. Ketika tengah malam tiba, saat keluarga kecil  itu tertidur lelep tiba-tiba anak laki-laki kecilnya jatuh dari atas tempat tidur, si ibu pun langsung bangun dan menggendong anaknya yang menangis karena kesakitan, lalu apa yang biasanya dilakukan sang ayah?

a. apakah si ayah akan membantu si ibu untuk menggendong anaknya atau

b. si ayah pura-pura tidur karena tidak mau membantu si ibu atau

c. si ayah marah-marah karena suara tangis dari si anak mengganggu tidurnya.

Dalam cerita ini si ayah bukanlah melakukan seperti pada point a, tetapi si ayah ini melakukan hal seperti point c, sangat disayangkan. Terlebih lagi si ayah bukan hanyamemarahi si ibu karena tidak becus menjaga anak tetapi si ayah malah pergi meninggalkan istri dan anaknya untuk pergi ke rumah ibunya dan melanjutkan tidurnya. Astagfirullah….kemana hati si ayah pergi??. Tinggallah si istri mengurusanaknya yang masih menangis. Memang benar menjaga, merawat, mendidik adalah tugas ibu, tapi ibu butuh bantuan dari ayah untuk semua itu…tapi dimana ayah berada saat ibu membutuhkan bantuannya?? Dimana ayah??

Ibu sudah seharian menjaga, memasak, mencuci, dan mengurus rumah serta merawat anak ketika ayah sedang bekerja, ibu tau ayah capek karena telah bekerja seharian di kantor. Tapi apakah ayah tak mau berbagi dengan ibu untuk merawat anak kita?? Ibu sebisa mungkin untuk tidak mengeluh di depan ayah saat ayah pulang kerja, malah tanpa disuruh pun ibu selalu membuatkan teh atau kopi, menyempatkan diri untuk mendengarkan keluhan ayah mengenai pekerjaan walaupun ibu sudah sangat mengantuk tapi ibu masih mau berbagi dengan ayah. Tapi dimana ayah saat ibu membutuhkan pertolongan ayah. Apakah seorang pria malu jika harus mengurus anak apalagi menceboki anaknya ketika anaknya pup, mengganti popok, menyuapinya, memandikannya, apakah ayah malu melakukan itu semua? apakah ayah malu karena ayah seorang pria tidak pantas melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan seorang wanita?


Wahai Tuhan kami! Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang memelihara dirinya (dari kejahatan) .” (Q.S. Al-Furqaan [25]:74)

Iklan

About diananeeh

nothing special about me Lihat semua pos milik diananeeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: