Monthly Archives: Juni 2012

Bagaikan Gembok dan Anak Kunci

 

Apakah ada diantara kalian yang memiliki profesi  seorang guru, dosen, atau pengajar? Pada saat Anda menguji anak didik Anda dalam sebuah tes, saya yakin bahwa ketika Anda memberikan pertanyaan, Anda pastinya sudah memiliki jawabannya juga. Tidak mungkin Anda memberikan soal kepada mereka sementara Anda sendiri tidak tahu jawaban dari soal yang Anda berikan tersebut.

Hal yang sama berlaku pada sebuah pabrik pembuatan gembok. Mereka tidak hanya menciptakan gembok, tapi juga membuat kunci untuk setiap gembok tersebut. Bayangkan berapa konyolnya mereka jika mereka hanya menjual gembok tanpa anak kunci.

Dua analogi sederhana di atas kiranya memberikan pencerahan kepada kita bahwa hal yang sama Allah lakukan dalam hidup kita. Ketika Allah mengijinkan sebuah persoalan, maka sesungguhnya Dia sudah punya jawaban untuk persoalan tersebut. Allah tidak pernah membiarkan kita mengalami persoalan yang tak terpecahkan atau masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Allah menyediakan kunci untuk setiap pergumulan hidup yang kita alami. Allah tidak hanya menyediakan jawaban atau kunci untuk setiap jawaban atau kunci untuk setiap masalah yang kita alami, tetapi Allah juga bijak dalam mengukur kemampuan dan kapasitas kita dalam menanggung persoalan. Allah tidak akan pernah memberikan soal yang melebihi kemampuan kita.

Bukankah seorang guru tidak akan memberikan soal kelas VI untuk anak yang masih kelas 1? Jika seorang guru saja bisa demikian bijak dalam menakar kemampuan kita, apalagi Allah yang telah menciptakan kita?

Melalui kebenaran ini kita diingatkan agar jangan sampai menjadi orang yang mudah mengeluh dan merasa persoalan yang kita alami sangat berat dan tak tertangguhkan. Jangan juga kita menjadi orang yang mudah putus asa karena berfikir masalah kita tidak ada jalan keluarnya. Ingatlah bahwa ada soal berarti ada jawabannya, ada gembok ada kuncinya. Ketika Allah mengijinkan sebuah persoalan, Dia sudah menyediakan kunci jawannya.

Iklan

Agar Hidup Lebih Bermakna

Alhamdulillah, kemarin sore saya dapat meluangkan waktu untuk mengikuti pengajian bulanan yang diadakan oleh kantor saya, berikut pelajaran yang bisa saya bagikan kepada Anda semua khususnya dapat dijadikan pelajaran buat diri saya sendiri. Ada empat hal membuat hidup bermakna:

  • Jalani hidup dengan sabar dan syukur. Semua manusia yang hidup di dunia pasti mempunyai masalah, jangan menganggap masalah yang kita hadapi adalah masalah yang terberat diberikan Allah untuk hidup kita, seorang guru SD saja tidak mungkin memberikan soal ujian kepada murid kelas 1 SD untuk menjawab soal anak kelas 6 SD. Apalagi Allah yang telah menciptakan kita, pastinya Allah lebih paham mengenai kemampuan kita. Ingat semua gembok pasti memilliki kunci jadi gak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
  • Isilah hidup dengan karya-karya tebaik. Menjalani hidup dengan dengan sebaik-baiknya dan mengahsilkan karya-karya terbaik yang bermanfaat bagi orang lain, maka akan terasa sangat indah.
  • Jalani hidup dengan hati dan nurani. Apapun yang dijalani dengan hati maka akan terasa menyenangkan. Allah telah memberikan hati nurani kepada semua orang, tinggal bagaimana kitanya saja mengasah kepekaan nurani kita dan menggunakannya.
  • Jalani hidup dengan kekuatan doa. Doa adalah senjata kaum Muslimin. Barangsiapa yang berdoa dan mampu menggetarkan Arsy Allah, maka Allah akan mengabulkannya. Berdoalah kamu sebanyak2nya kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya, jikalau Allah belum mengabulkannya mungkin Allah menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan doa tersebut atau Allah akan mengabulkannya kelak nanti di akhirat.

Dengan keempat cara di atas semoga dapat membuat hidup kita semakin bermakna, karena kita tidak tau kapan dan bagaimana kita meninggal. Kematian adalah sebuiah misteri, misteri kematian  ada 3 hal, yakni:

  • Misteri sebab, kita tidak tau apa yang menyebabkan kita meninggal, seseorang yang punya penyakit ginjal saja belum tentu meninggal karena penyakit ginjal.
  • Misteri waktu, kita tidak tau kapan kita bisa meningga, bisa 1 menit lagi, 1 jam lagi, besok pagi, minggu depan, atau bahkan orang-orang tercinta kita yang bakalan meninggal terlebih dahulu.
  • Misteri tempat, kita tidak tau dimana kita bisa meninggal, bisa dikantor, bisa dijalan atau bisa di mekkah saat pergi menunaikan ibadah haji.

Misteri2 di atas hanya Allah yangn mengetahuinya, jika Allah berkehendak maka jadilah. Untuk itu manfaatkanlah waktu kita dengan sebaik-baiknya agar hidup kita lebih bermakna. Kira2 apa yang membuat hidup Anda menjadi lebih bermakna, sok dishare,,,