Category Archives: kehidupan

Agar Hidup Lebih Bermakna

Alhamdulillah, kemarin sore saya dapat meluangkan waktu untuk mengikuti pengajian bulanan yang diadakan oleh kantor saya, berikut pelajaran yang bisa saya bagikan kepada Anda semua khususnya dapat dijadikan pelajaran buat diri saya sendiri. Ada empat hal membuat hidup bermakna:

  • Jalani hidup dengan sabar dan syukur. Semua manusia yang hidup di dunia pasti mempunyai masalah, jangan menganggap masalah yang kita hadapi adalah masalah yang terberat diberikan Allah untuk hidup kita, seorang guru SD saja tidak mungkin memberikan soal ujian kepada murid kelas 1 SD untuk menjawab soal anak kelas 6 SD. Apalagi Allah yang telah menciptakan kita, pastinya Allah lebih paham mengenai kemampuan kita. Ingat semua gembok pasti memilliki kunci jadi gak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
  • Isilah hidup dengan karya-karya tebaik. Menjalani hidup dengan dengan sebaik-baiknya dan mengahsilkan karya-karya terbaik yang bermanfaat bagi orang lain, maka akan terasa sangat indah.
  • Jalani hidup dengan hati dan nurani. Apapun yang dijalani dengan hati maka akan terasa menyenangkan. Allah telah memberikan hati nurani kepada semua orang, tinggal bagaimana kitanya saja mengasah kepekaan nurani kita dan menggunakannya.
  • Jalani hidup dengan kekuatan doa. Doa adalah senjata kaum Muslimin. Barangsiapa yang berdoa dan mampu menggetarkan Arsy Allah, maka Allah akan mengabulkannya. Berdoalah kamu sebanyak2nya kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya, jikalau Allah belum mengabulkannya mungkin Allah menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan doa tersebut atau Allah akan mengabulkannya kelak nanti di akhirat.

Dengan keempat cara di atas semoga dapat membuat hidup kita semakin bermakna, karena kita tidak tau kapan dan bagaimana kita meninggal. Kematian adalah sebuiah misteri, misteri kematian  ada 3 hal, yakni:

  • Misteri sebab, kita tidak tau apa yang menyebabkan kita meninggal, seseorang yang punya penyakit ginjal saja belum tentu meninggal karena penyakit ginjal.
  • Misteri waktu, kita tidak tau kapan kita bisa meningga, bisa 1 menit lagi, 1 jam lagi, besok pagi, minggu depan, atau bahkan orang-orang tercinta kita yang bakalan meninggal terlebih dahulu.
  • Misteri tempat, kita tidak tau dimana kita bisa meninggal, bisa dikantor, bisa dijalan atau bisa di mekkah saat pergi menunaikan ibadah haji.

Misteri2 di atas hanya Allah yangn mengetahuinya, jika Allah berkehendak maka jadilah. Untuk itu manfaatkanlah waktu kita dengan sebaik-baiknya agar hidup kita lebih bermakna. Kira2 apa yang membuat hidup Anda menjadi lebih bermakna, sok dishare,,,

Iklan

Tersenyumlah…

Seorang dokter yang sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi. ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya dan berkata:

“Kenapa lama sekali Anda sampai ke sini?”

“Apa Anda tidak tahu nyawa anak saya terancam jika tidak segera dioperasi?”, labrak sang Ayah.

Dokter itu tersenyum dan berkata, “Maaf, saya tidak sedang di Rumah Sakit tadi, tapi saya secepatnya datang ke sini setelah ditelepon oleh pihak Rumah Sakit”

Kemudian si Dokter menuju ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman diwajahnya, “Alhamdulillah keadaan anak Anda kini telah stabil”. Tanpa menunggu jawaban sang Ayah, Dokter tersebut berkata: “Suster akan membantu Anda jika ada yang ingin Anda tanyakan” Dokter tersebut pun berlalu.

“Kenapa Dokter tersebut angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya” kata sang Ayah kepada suster. Sambil meneteskan air mata suster itu menjawab: “Anak Dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang mennguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak Anda. Sekarang anak Anda telah selamat, dan ia bisa kembali berkabung”.

 

Jangan pernah terburu-buru menilai seseorang

Tapi maklumlah tiap jiwa disekeliling kita yang menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita.

Ada air mata dibalik setiap senyuman

Ada kasih sayang dibalik setiap amarah

Ada pengorbanan dibalik setiap ketidakpedulian

Ada harapan dibalik setiap kesakitan

Ada kekecewaan dibalik setiap derai tawa

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan dalam hidup ini

INGAT, kita bukan satu-satunya manusia dengan segudang masalah…

Tersenyumlah….^_^

Senyum mampu membasuh setiap luka

Maafkanlah….

Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit

 

Hari ini aku menyapa engkau dengan senyuman…^_^

Semoga harimu indah….^_^


Cerita Ikan Salmon

Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon2 tersebut tetap hidup. Mesti demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati dikolam buatan tersebut. Bagaimana cara mereka menyiasatinya?

Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. Ajaib…!!!, hiu kecil tersebut “memaksa” salmon2 itu terus bergerak karena jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru sangat sedikit.

Diam membuat kita mati! Bergerak membuat kita hidup!. Barangkali itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari gambaran di atas. Apa yang membuat kita diam? saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu telenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati. Ironis, bukan??

Apa yang membuat kita bergerak? masalah, pergumulan dan tekanan hidup. Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu. Disaat-saat seperti itu biasanya kita akan lebih ingat kepada Allah SWT dan berharap kepada Allah SWT. Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif dan potensi diri kita pun menjadi berkembang luar biasa.

Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup. Itu sebabnya syukurilah “hiu kecil” yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive. Masalah dalam hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak.

Tulisan ini saya peroleh dari teman saya, dan saya posting untuk mengingatkan pada diri sendiri sekaligus untuk menyemangati diri ini untuk tegar dalam menjalani masalah hidup yang ada. Karena dalam hidup ini pasti ada masalah, saya jadi teringat salah satu komentar dari teman bloging saya yakni justru hidup tanpa masalah itu baru jadi masalah.

Bersyukurlah jika kita masih diberikan masalah dari-Nya, karena Allah ingin melihat seberapa besar perjuangan kita untuk menghadapinya sekaligus untuk mengukur seberapa besar tingkat keimanan kita kepada-Nya. Semoga kita senantiasa selalu berada di jalan-Nya, aamiin….


Apalah artinya sebuah nama

Pernah denger ungkapan apalah artinya sebuah nama?

Apa arti sebuah nama menurut kamu?

Kalo saya sendiri arti nama itu adalah doa, doa yang diberikan Ayah, Ibu, Nenek, Kakek, Om, Tante, (panjang banget dong namanya?) atau keluarga kita pada anaknya yang baru lahir dan berharap anaknya bisa sesuai dengan arti dari namanya sendiri. Sang Ayah dan Ibu pasti menginginkan anaknya untuk menjadi anak yang soleh/solehah, pintar, sehat, pokoknya yang baik-baik deh, so pasti mereka punya tujuan tersendiri untuk memberikan sebuah nama kepada anaknya.

Nama saya sendiri adalah Diana Febilia menurut Ibu saya, Diana diambil dari gabungan Ayah dan Ibu saya, bisa juga diartikan sebagai dian yang bahasa arabnya artinya cahaya. Kalau Febilianya itu diambil dari nama bulan yakni bulan Februari karena saya lahir dibulan Februari (ya iyalah…masa bulan Agustus) tepatnya tanggal 14 Februari ulang tahun saya (info gag penting) ^_^

Yaps, itulah arti nama saya, bagaimanapun artinya saya bangga dengan nama itu. Terimakasih Bapak dan Mamah sudah memberikan nama itu ke saya.

Saya pernah denger loh ada seorang anak bernama dede krismon, karena dia lahir pas krisis moneter tahun 1998. Ada juga tente saya bernama Rita Astarita, kata Rita diambil dari kata menderita karena ketika tante saya lahir keluarga saya hidupnya sedang menderita. Beda lagi dengan orang jaman dulu, tetangga saya ada yang bernama Bona (saya manggilnya Cang Bona), menurut sumber yang terpercaya kata Bona diambil karena Cang BOna lahir di hari Rabu, sehingga diberi nama Bona (nyambung ga?). Adalagi tetangga saya namanya Saanih (saya manggilnya Ibu Saanih),Konon Ibu Saanih itu lahir di hari Selasa, sa…saanih deh jadinya.

Beda lagi dengan anak zaman sekarang, ada saudara saya namanya puanjang banget, kalo ga salah namanya Andi Firiyal Aluradinov Hana Mumtaz Daeng Ngugi, dipanggilnya Firiyal, sumpah panjang banget ya namanya…Bertolak belakang dengan Om saya (saya manggilnya Abang), Awalnya nama Abang saya adalah Edy to.. ga ada terusannya lagi, ketika mau daftar SD, ditanya sama kepala sekolahnya, berikut percakapannya:

Bapak Kepsek:   namanya siapa?

Abang saya    :   Edy

Bapak Kepsek:   nama panjangnya Edy, maksud Bapak  Edy doang???

Abang saya    :   iya Pak

Bapak Kepsek:   Bagaimana jika ditambahkan dengan Setiadi?

Setelah berbincang dengan keluarga dan keluarga pun menyetujui alhasil nama Abang saya menjadi Edy Setiadi.
Panjang, pendek, diambil dari nama hari…apapun itu semua nama pasti punya makna tersendiri, karena nama adalah doa, apapun nama yang diberikan oleh orang tua kita patut disyukuri.


Dimana Ayah

Pada suatu malam disebuah rumah yang berisikan keluarga kecil, terdiri dari ayah, ibu, dan sepasang anak kecil, anak pertama seorang wanita berumur 5 tahun dan anak kedua seorang laki-laki berumur 1 tahun. Ketika tengah malam tiba, saat keluarga kecil  itu tertidur lelep tiba-tiba anak laki-laki kecilnya jatuh dari atas tempat tidur, si ibu pun langsung bangun dan menggendong anaknya yang menangis karena kesakitan, lalu apa yang biasanya dilakukan sang ayah?

a. apakah si ayah akan membantu si ibu untuk menggendong anaknya atau

b. si ayah pura-pura tidur karena tidak mau membantu si ibu atau

c. si ayah marah-marah karena suara tangis dari si anak mengganggu tidurnya.

Dalam cerita ini si ayah bukanlah melakukan seperti pada point a, tetapi si ayah ini melakukan hal seperti point c, sangat disayangkan. Terlebih lagi si ayah bukan hanyamemarahi si ibu karena tidak becus menjaga anak tetapi si ayah malah pergi meninggalkan istri dan anaknya untuk pergi ke rumah ibunya dan melanjutkan tidurnya. Astagfirullah….kemana hati si ayah pergi??. Tinggallah si istri mengurusanaknya yang masih menangis. Memang benar menjaga, merawat, mendidik adalah tugas ibu, tapi ibu butuh bantuan dari ayah untuk semua itu…tapi dimana ayah berada saat ibu membutuhkan bantuannya?? Dimana ayah??

Ibu sudah seharian menjaga, memasak, mencuci, dan mengurus rumah serta merawat anak ketika ayah sedang bekerja, ibu tau ayah capek karena telah bekerja seharian di kantor. Tapi apakah ayah tak mau berbagi dengan ibu untuk merawat anak kita?? Ibu sebisa mungkin untuk tidak mengeluh di depan ayah saat ayah pulang kerja, malah tanpa disuruh pun ibu selalu membuatkan teh atau kopi, menyempatkan diri untuk mendengarkan keluhan ayah mengenai pekerjaan walaupun ibu sudah sangat mengantuk tapi ibu masih mau berbagi dengan ayah. Tapi dimana ayah saat ibu membutuhkan pertolongan ayah. Apakah seorang pria malu jika harus mengurus anak apalagi menceboki anaknya ketika anaknya pup, mengganti popok, menyuapinya, memandikannya, apakah ayah malu melakukan itu semua? apakah ayah malu karena ayah seorang pria tidak pantas melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan seorang wanita?


Wahai Tuhan kami! Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang memelihara dirinya (dari kejahatan) .” (Q.S. Al-Furqaan [25]:74)


gag pake emosi bisa ga???

Hari ini, saya mendapat pelajaran baru, ternyata tak selamanya orang pintar itu bijaksana. Buktinya hari ini saya bertemu dengan orang yang keliatannya memang pintar, gayanya juga necis, yah…tampang orang kelas atas deh…tapi…dia tidak bijaksana bisa dibilang arogan. Setelah saya ketahui ternyata dia adalah direktur keuangan salah satu perusahaan swasta.

Ceritanya begini….,

Ada sedikit masalah antara saya dengan kurir di perusahaan X karena kurir tersebut tidak lengkap untuk melampirkan dokumen, maka dokumen tersebut saya tolak, coz saya kan harus mengikuti prosedur yang berlaku di tempat kerja saya. Akhirnya kurir tersebut menelpon atasannya. Setelah itu, 2 orang atasannya datang menemui saya dan langsung marah2 kepada saya (mimpi ape ye gw semalem, diomelin orang, kasian deh u di….^_^).

Para atasannya itu menemui saya dan berkata yang kurang enak ke saya, yah…bisa dibilang gag sopanlah, yang pasti disertai dengan nada tinggi. dia malah manggil-manggil atasan saya, sampai akhirnya datanglah Pak. B (pak B ini baik sekali sama saya, dia membantu saya dalam menghadapi 2 orang dari PT. X) tapi sayangnya Pak B ini bukan atasan saya secara langsung.

Dan akhirnya saya menemui atasan saya yang sesungguhnya yakni Pa D, dengan Pa D saya mendapat jawaban yang kurang puas, dan saya harus menghadapi 2 orang dari PT. X yang masih emosi. Tiba-tiba Pa B datang dan meminta Pa D untuk menghadapi 2 orang yang emosi itu, kata Pa B (kasian klo dia yang harus hadepin), makasih ya Pa B dah ngebantuin saya.

Akhirnya saya ikut mendengarkan perbincangan antara atasan saya, 2 orang dari PT. X dan kurir PT. X. Dan ketika saya tau kalau 2 orang yang lagi emosi itu adalah direktur keuangan dan asistennya, saya langsung merasa gimana gituh…, awalnya memang saya memperlakukan semua orang itu sama, gag peduli itu seorang kurir ataupun seorang direktur keuangan ya kita harus memperlakukannya dengan baik, dan sopan. Tapi kok yang diperlakukan oleh direktur itu…tidak mencerminkan dia seorang direktur, mending si kurir yang walaupun dia hanya seorang bawahan, dia masih punya rasa kemanusiaan, yah…tidak  semena-menalah terhadap orang lain.

Menurut saya bukankah orang yang pendidikannya tinggi, yang jabatannya tinggi, itu seharusnya bijaksana ya…secara dia juga banyak pengalaman. Tapi kok…, Bukankah ada ppribahasa yang mengatakan, Hidup itu bagaikan ilmu padi, semakin tua semakin merunduk.

Yah….cukup diambil hikmahnya ajah lah, memang sudah ditakdirkan seperti ini, jalani saja di…dengan senyuman ^_^. Saya sih engga masalah sama orang tersebut, tapi saya gag suka ajah dia ngomong pake emosi, kan semuanya bisa diperbincangkan dengan baik-baik. Emosi kan tidak dapat memecahkan masalah, adanya juga malah nambah masalah.


Bersykurlah…

Sebelum berangkat kerja, pagi ini saya menyempatkan diri untuk   menonton acara Islam itu Indah di tras tv dengan narasumber Ustadz. Nur Maulana. Walaupun ga ampe abis nontron acara itu, tapi sangat besar maknanya buat saya.

Dalam ceramahnya Pak Ustadz mengatakan bahwa di dunia ini Allah menguji manusia itu dengan harta, tahta, dan wanita. Orang miskin diuji dengan kemiskinannya supaya dia bersabar, sedangkan orang kaya diuji kekayaannya supaya dia merasa bersyukur. Dan kita akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang kita miliki kelak di akherat.

Dalem banget ya maknanya, ucapan dari Pa Ustadz itu mengingatkan saya untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan sekaligus mengajarkan saya untuk tetap bersabar dalam menjalani kehidupan.  Manusia itu memang tidak ada puasnya ya?, sudah dikasih ini, minta itu, istilahnya sudah dikasih ati minta jantung, mungkin karena orang itu ga merasa bersyukur kali ya atas apa yang telah Allah berikan. Padahal kan jika kita bersyukur Allah akan menambah nikmat-Nya untuk kita, bukan begitu?

Kalau kita cermati, sebenarnya Allah itu sudah membuat takaran yang cukup atas rizki yang diberikan kepada kita, yah…kalau Allah memberi rezeki lebih mungkin Allah ingin menguji kita supaya kita bersyukur, kalo kurang ya mungkin Allah ingin melihat seberapa besar kesabaran kita menghadapai itu, tapi mesti harus disyukuri juga dong walaupun sedikit.

Saya jadi teringat teman saya yang  sudah sukses, kalo saya mendengar cerita dia, seneng sekali rasanya jika hal itu terjadi kepada saya (tapi sayangnya itu bukan rezeki saya tapi rezeki temen saya), karir mapan, gaji gede, sering pergi ke luar kota, wah… enak ya hidup teman saya ini (semoga dia senantiasa selalu bersyukur). Tapi ada juga teman saya yang selalu menceritakan pekerjaannya dan merasa dirinya sudah hebat dibanding temen-temanya, sombong banget si teman saya yang satu ini….Inget fren, hidup cuman sementara dan harta yang kita punya akan dibawa mati.

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat bersyukur dengan apa yang saya punya, perkerjaan saya (walau cuma karyawan kontrak), keluarga yang mencintai saya, teman-teman yang sangat peduli dengan saya, begitu banyak nikmat yang Allah telah berikan kepada saya. Dan saya  yakin, Allah itu sudah memberi takaran yang pas untuk saya,  saya juga merasa sangat bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan.

Allohumma inni asa’luka ilmannafiaa’ waasaluka rizqon waa siaa’ waa amalammutaqobbalaa

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, aku mohon kepada-Mu rezeki yang luas, dan aku mohon kepada-Mu amal yang diterima

Semoga kita senantiasa menjadi orang yang pandai bersyukur